Seorang gelandang serang haruslah pemain yang memiliki kreatifitas tinggi dalam merancang sebuah serangan mematikan. Selain itu, mereka juga dibekali insting mencetak gol untuk memecah kebuntuan.
Dari sekian banyak gelandang serang yang dimiliki 32 negara,kami mencoba merangkum 10 orang gelandang serang dengan kemampuan terbaik. Berikut diantaranya.
1. Alexis Sanchez (Cile/Barcelona)
Saat masih bermain bagi Udinese, Alexis Sanchez ditempatkan sebagai penyerang. Namun, sejak bergabung dengan Barcelona di awal musim 2012-13, ia lebih banyak beroperasi di sektor gelandang serang.
Kecepatan serta kemampuan dribbling Sanchez membuatnya di plot ke lebih melebar ke sayap kanan. Ia membuktikannya dengan mencetak 19 gol bagi Barcelona musim kemarin.
Selain itu, pergerakannya saat menghadapi Australia di partai pembuka Grup B membuat dirinya leluasa mencetak satu gol dari tiga gol kemenangan Cile atas wakil Asia tersebut.
Dengan dua sisa pertandingan, Sanchez diramalkan bakal menjadi ajang unjuk kebolehan Sanchez.
2. James Rodriuguez (Kolombia/AS Monaco)
Pemain 22 tahun itu menjadi salah satu pemain yang mengangkat performa AS Monaco di Ligue 1 Prancis musim 2013-14. Didatangkan dari Porto, James Rodriguez membawa Monaco jadi runner up Ligue 1 di musim perdana usai promosi.
Kini, berlaga di Piala Dunia 2014 bersama timnas Kolombia, James menjadi pilihan pertama Jose Pakerman di lini tengah. Visi bermainnya terbilang baik, ia mampu bermain sama baiknya di sisi sayap kanan maupun kiri. Kelebihan lainnya adalah sepakan jarak jauh terukur.
3. Angel Di Maria (Argentina/Real Madrid)
Sukses Real Madrid menggondol gelar juara Liga Champions Eropa 2013-14 tidak terlepas dari peran seorang Angel Di Maria.
Meski tidak mencetak satu golpun dari kemenangan 4-1 El Real atas Atletico Madrid, kontribusi Di Maria sangat terasa.
Dalam partai final UCL, ia mencatat dua assists serta satu rebound. Hal yang membuatnya ditasbihkan sebagai Man of The Match final Liga Champions Eropa 2013-14.
Kontribusi Di Maria bukan hanya bagus di level klub. Bersama Fernando Gago, ia bahu membahu membangun serangan bagi Argentina. Skill individu pemain 26 tahun itu bisa menjadi salah satu kebuntuan serangan timnya. Selain itu, ia juga memiliki akurasi tendangan kaki kiri mematikan.
4. David Silva (Spanyol/Manchester City)
Pemain berkaki kidal ini menjadi nyawa permainan Manchester City saat jadi kampiun Liga Primer Inggris musim 2013-14.
Meskipun ukuran tubuhnya terbilang kecil jika dibandingkan ukuran pemain Eropa pada umumnya, tidak menjadikannya masalah. Silva bisa meliuk-liuk indah dengan bola di kakinya. Ia juga terkenal licin sebagai gelandang serang.
Ia dipercaya pelatih Timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, menjadi sosok kunci alur serangan La Furia Rojas dalam mempertahankan gelar juara dunia.
5. Mesut Ozil (Jerman/Arsenal)
Jerman memang ditakdirkan melahirkan sejumlah pemain gelandang serang hebat. Salah satunya adalah Mesut Ozil. Meskipun sempat menunjukan naik turun performa bersama Arsenal, Ozil diklaim merupakan salah satu gelandang serang terbaik Eropa maupun dunia.
Tampil kedua kalinya di Piala Dunia, kematangan pemain 25 tahun itu akan semakin matang di bawah asuhan pelatih Joachim Low.
Ozil punya visi bermain yang baik, ia tahu harus kapan bermain dengan tempo cepat dan menahan alur serangan untuk memancing pemain lawan keluar dari sisi pertahanan. Selain itu, Ozil juga dibekali kemampuan tendangan jarak jauh yang akurat.
6. Eden Hazard (Belgia/Chelsea)
Chelsea tidak salah saat mendatangkannya dari Lille di awal musim 2012-13. Pemain kebangsaan Belgia itu langsung menjadi salah satu pilihan utama di sektor gelandang serang tim London Biru.
Ia menjadi kunci sukses The Blues saat menjuarai Liga Europa musim 2012-13. Penampilan gemilangnya bersama Chelsea musim kemarin membuatnya dianugrahi Pemain Muda Terbaik Liga Primer Inggris 2013-14.
Kiprahnya bersama timnas Belgia terbilang apik. Ia menjadikan tim Belgia menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di gelaran Piala Dunia 2014.
7. Arjen Robben (Belanda/Bayern Munchen)
Dengan usia menginjak 30 tahun bukan berarti penampilan Arjen Robben sudah habis. Ia mampu membuktikan diri dengan mengantar Munchen sebagai kampiun Bundesliga 2013-14 serta Piala Jerman 2013-14.
Kemampuan Robben masih diperhitungkan pelatih tim Oranje saat ini, Louis van Gaal. Punya kecepatan serta dribble menawan, Robben kerap beroperasi di sisi sayap baik kanan maupun kiri.
Kaki kiri merupakan senjata mematikan mantan pemain Chelsea dan PSV Eindhoven itu. Robben membuktikan dirinya saat mencetak dua gol ke gawang Spanyol kala Belanda menang telak 5-1 di partai pembuka Grup B.
8. Andres Iniesta (Spanyol/Barcelona)
Keberhasilan Spanyol merengkuh gelar juara dunia 2010 serta Piala Eropa 2012 tidak bisa terlepas dari peran sentral seorang Andres Iniesta sebagai gelandang serang.
Kreatifitasnya merancang serangan sudah teruji bersama Barcelona di kancah domestik serta internasional. Iniesta juga memiliki akurasi passing terbaik dibanding pemain La Furia Rojas lainnya.
Selain itu, alumnus akademi La Masia itu juga dikaruniai insting mencetak gol yang brilian. Salah satunya adalah gol kemenangan atas Belanda di final Piala Dunia 2010.
9. Oscar (Brasil/Chelsea)
Dengan usia belia, Oscar membuktikan dirinya patut disejajarkan dengan nama gelandang serang terbaik dunia lainnya. Pemain 22 tahun itu bisa ditempatkan sebagai gelandang serang maupun second striker. Bahkan, terkadang ia ditaruh lebih melebar ke sisi sayap.
Oscar punya kemampuan menempatkan bola yang brilian, hal tersebut terlihat saat ia mencetak gol kemenangan ketiga Brasil atas Kroasia. Dari luar kotak penalti, tendangan kaki kanannya pas bersarang di sudut sempit gawang Kroasia.
10. Luka Modric (Kroasia/Real Madrid)
Sejak berkostm Tottenham Hotspur, talenta Luka Modric sebagai salah satu gelandang serang terbaik mulai tercium Real Madrid. Barulah di awal musim 2012-13, El Real resmi melabuhkannya ke Santiago Bernabeu. Dua musim berseragam Los Blancos, pemain 28 tahun itu semakin matang.
Umpan panjang serta kemampuannya mengatur arah serangan, berbuah hasil gelar juara Liga Champions Eropa 2013-14. Di Piala Dunia 2014 kali ini, peran dan kontribusi Modric sangat dibutuhkan Kroasia untuk lolos dari Grup A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar